Postingan

Menampilkan postingan dengan label Share History

Belajarlah dari Sejarah, Penyesalan Rakyat Libyia setelah diktator digulingkan jangan sampai dialami Indonesia

Gambar
Presiden Khadaffi Minggu ini menandai enam tahun pembunuhan Presiden Libya Moammar Khadaffi. Saat itu, Khadaffi sedang melarikan diri dari Tripoli ke Sirte, akibat serangan jet tempur barat AS NATO barbar di ibukota Libya yang makin menjadi sejak penerapan no-fly-zone. Perjalanannya terhenti di tengah jalan ketika jet Perancis dan drone AS menghancurkan konvoi mobilnya. Terluka, presiden Khadaffi terseok-seok bersembunyi di saluran got, sebelum ditangkap oleh 'pemberontak' buatan AS dan Perancis. "Jangan tembak, jangan tembak,” kata Khadafi kepada sejumlah tentara NTC yang menyeretnya dari gorong-gorong, seperti dilansir dari Telegraph. Khadafi diarak di jalan setelah diseret dari gorong-gorong. Dengan kepala bersimbah darah dengan busana nyaris tanggal seluruhnya, Khadafi menjadi bulan-bulanan sejumlah tentara yang tampak puas dengan kemenangannya. Ada yang menodongkan pistol. Ada yang menjambak rambutnya. Beberapa kali Khadafi terjatuh sambil mengusap wajah...

"Namaku Karl Marx bukan marxist" ucapan dari seorang penulis buku Markisme atau Komunis

Gambar
Komunisme itu kan salah satu tafsir dari pemikiran-pemikiran Karl Marx yang kemudian oleh para pendukung pikrannya disebut marxisme. Padahal Karl Marx sendiri bilang saya ini bukan marxis lho. Artinya Karl Marx sendiri nggak suka pemikirannya dijadikan ajaran. Karena pemikiran2 Karl Marx yang kemudian mengkristal dalam buku unggulannya berjudul Das Kapital, dasarnya adalah sebuah pisau bedah menganalisas kondisi sosial ekonomi yang menjadi dasar mengapa kapitalisme di Eropa itu begitu kokoh dan solid untuk diubah. Apa yang mendorong Marx begitu terobsesi ingin membedah praktek dan sitem kapitalisme di Eropa? Karena dia punya pengalaman pahit.  Pada 1848 Marx karena merasa percaya diri dengan gagasan dan basis pergerakannnya, lalu menerbitkan buku pedoman aksi berjudul: Manifesto Komunis.  Dengan buku panduannnya inilah, Marx memprakarsai gerakan revolusi. Eh tahunya, gagal total. Hancur leburlah gerakan sosial Marx di prancis itu. Dia yang kala itu punya karir bagus s...